
Selain penerapan Teknologi, yang dinamis dan terus berkembang, untuk mewujudkan potensi yang besar menjadi kekuatan nyata agrikultura yang besar, dibutuhkan pengaturan, manajerial, dan kebijakan yang diterapkan dan dijalankan dengan tepat dan benar.
Dengan beragam kondisi iklim, altitude wilayah, kondisi dan jenis lahan tanah, keberadaan pengairan, atau kondisi perairan, dan lain-lain faktor alam pendukung, haruslah ada pengaturan komoditi yang tepat.

Misalnya untuk suatu wilayah tertentu, dengan kondisi alam, lahan, yang sudah terkarakterisik, sebaiknya dibudidayakan jenis komoditi yang paling sesuai, dengan tetap mempertimbangkan nilai ekonominya.
Atau kalau dengan pertimbangan ekonomi, walaupun tetap tidak boleh ‘menabrak’ faktor alam, pemilihan komoditi agrikultura juga tetap harus dipantau perkembangannya yang dinamis. Dalam hal ini, diperlukan kebijakan yang menyeluruh dan terintegrasi diantara pemegang kebijakan daerah, kebijakan regional, dan kebijakan pusat.

Berawal dari data, dengan masukan teknologi serta pertimbangan ekonomi, kemudian komunikasi antar wilayah dan pertimbangan pusat, baru kemudian bagus untuk dibuat kebijakan kegiatan agrikultura. Itulah awalnya. Kemudian berbagai masukan teknologi dan inovasi diterapkan, dengan dinamis, mengikuti perkembangan kemajuan.
Dari sinilah pentingnya hubungan, komunikasi, dan jaringan. Untuk penyampaian berbagai data yang terus berjalan, untuk meneruskan informasi dan inisiasi teknologi dan inovasi yang terus berkembang, serta kemungkinan perlunya men-dinamis-kan kebijakan sesuai dengan masukan mutakhir, untuk mengoptimalkan kegiatan usaha agrikultura.

Terdapat banyak jenis, bentuk, dan moda, yang dapat berfungsi sebagai Jejaring Agrikultura. Berkah dari revolusi industri 4.0, menyediakan banyak pilihan teknologi dan aplikasi, baik yang terpusat (sentralisasi), maupun dengan penerapan teknologi yang lebih baru dan fair,
blockchain yang de-sentralisasi.
Jejaring yang baik dan adil, haruslah menghubungkan semua pihak yang berperan, sesuai kompetensinya masing-masing, saling mendukung, dan saling menguntungkan, dalam rangka meningkatkan kemandirian dan kekuatan agrikultura di Indonesia.
Bagian terakhir halaman ini adalah pendanaan. Semua kegiatan usaha, inovasi dan penerapan teknologi, analisa data terintegrasi, dan pemasaran hasil produksi, beserta semua beban logistik dari usaha agrikultura ini, semuanya membutuhkan pendanaan. Banyak bentuk, jenis, dan metoda, yang dapat diterapkan, baik melalui penyandang dana swasta, lembaga keuangan pemerintah, maupun secara personal melalui crowdfunding.