Pembibitan

Pembibitan adalah kegiatan penyemaian dan pengembangan bibit untuk ditanam atau diternakkan. Dalam lingkup , agrikultura Indonesia, Pembibitan adalah kegiatan awal dalam siklus lingkaran usaha pada sektor: perkebunan; tanaman pangan; perikanan; Peternakan; tanaman hortikultura; dan kehutanan.

Secara garis besar, pembibitan, dikelompokkan menjadi dua, yaitu pembibitan tanaman dan pembibitan hewan. Dalam hal pembibitan hewan, ada beberapa jenis pembibitan, atau apapun istilahnya yang setara, yaitu pembibitan ikan, pembibitan unggas, pembibitan ternak, serta pembibitan hewan lainnya..

Pembibitan Tanaman

Jenis bibit tanaman dapat diperoleh dari dua cara, yaitu generatif dan vegetatif. Kedua cara tersebut dibedakan dengan bakal tanaman yang digunakan untuk melakukan perbanyakan pohon. Berikut ini jenis-jenis bibit tanaman dari cara mendapatkannya.


Bibit generatif

Jenis bibit generatif adalah biji. Biji merupakan bagian tanaman yang sudah dibuahi sehingga sistem generatif sering disebut dengan seksual. Hal ini dikarenakan biji berasal dari pertumbuhan embrio hasil penyerbukan atau bisa dibilang perkawinan (pembuahan) antara putik dan serbuk sari.

Bibit generatif berasal dari biji yang sengaja digunakan untuk dibenihkan atau tumbuh alami di alam. Perbanyakan ini sudah digunakan sejak dulu hingga kini. Perbanyakan dari jenis bibit generatif tentunya memiliki kelemahan dan kelebihan.

Salah satu kelemahan yang sering ditimbulkan dari bibit generatif adalah pohon yang tidak berbuah. Pohon yang ditumbuhkan dari bibit generatif akan memiliki sifat yang berbeda dengan pohon induknya sehingga Anda baru tahu kualitas buahnya saat pohon sudah berbuah. Sifat unggul dari induknya belum tentu bisa diwariskan kepada bibit karena bibit dihasilkan dari penyerbukan pohon lain. Kemungkinan, pohon yang tumbuh dari bibit generatif hanya mampu menghasilkan bunga jantan sehingga tanaman tidak bisa menghasilkan buah.

Kelebihan dari bibit generatif adalah biaya pembibitan yang murah serta mudah untuk dilakukan. Anda bisa mendapatkan kemungkinan varietas yang lebih baik. Karena ditumbuhkan dari biji, sistem perakaran akan kuat sehingga pohon berumur panjang.


Bibit vegetatif

Bibit vegetatif didapatkan dari perbanyakan yang tidak dilakukan dari biji atau disebut sebagai aseksual. Bagian tubuh yang biasa digunakan adalah akar dan batang. Perbanyakan vegetatif meliputi setek, cangkok, kultur jaringan, dan tunas.

Keistimewaan dari penggunaan jenis bibit vegetatif adalah sifat unggul dari pohon induk yang digunakan dapat diwarisi pada pohon yang akan ditumbuhkan. Selain itu, penggunaan bibit vegetatif dapat membuat tanaman cepat berbunga dan berbuah. Tanaman yang dihasilkan pun dapat tumbuh dengan baik di lahan yang memiliki permukaan air tanah dangkal.

Sementara, kelemahan dari bibit vegetatif adalah jumlah yang diperoleh dari satu pohon induk sangat sedikit, pohon mudah tumbang karena sistem perakarannya dangkal dan rentan saat memasuki musim kemarau. Pohon ini tak hanya mewarisi sifat unggul, tetapi sifat jelek dari induk pun ikut terbawa.


Bibit vegetatif-generatif

Bibit ini disebut dengan bibit kombinasi karena tergabung dari bibit generatif (bawah) dan bibit vegetatif (atas). Teknik kombinasi yang biasa digunakan adalah sambungan, okulasi, dan susuan.

Gambar di atas adalah berbagai macam jenis pembibitan tanaman, baik secara generatif, maupun secara vegetatif; baik yang terjadi secara alami, maupun yang dilakukan secara buatan, dengan campur tangan manusia dan teknologinya.

Indonesia, negeri kepulauan di wilayah tropis dengan kultur masyarakat agraris

0
(ribu km2) Daratan
0
(ribu km2) Perairan
0
(juta) Penduduk
0
(juta) Petani

Pembibitan Hewan

Dalam konteks Agrikultura Indonesia, ada beberapa pembibitan hewan, yaitu; pembibitan Ikan, pembibitan Unggas, pembibitan Ternak, dan pembibitan Hewan lainnya. Ada beberapa pembibitan unggas, misalnya; pembibitan Ayam, pembibitan, burung, pembibitan Kalkun, dan lain-lain. Demikian juga pembibitan Ternak, misalnya; pembibitan Kambing/Domba, pembibitan Sapi/Kerbau, dan lain-lain. Pembibitan Hewan lainnya, misalnya; pembibitan Ulat, pembibitan Jangrik, serta serangga lainnya.


Pembibitan Ikan

Pembibitan/Pembenihan ikan, adalah usaha untuk menghasilkan benih ikan yang nantinya akan digunakan pada kegiatan pembesaran. Secara umum, pembenihan itu mudah untuk dilakukan serta siklus perputaran uang pun relatif lebih cepat. Kebutuhan masyarakat akan konsumsi ikan terus meningkat dari tahun ke tahun. Produksi ikan di Indonesia harus didukung oleh benih yang unggul dan berkualitas.

Pembenihan merupakan salah satu proses budidaya yang memiliki segmentasi pasar yang lebih luas. Hal itu benar adanya, karena penjualannya bisa dalam berbagai bentuk dan ukuran. Telur dan larva ikan sudah diminati banyak kalangan pembudidaya ikan. Akan tetapi benih pun tidak kalah laku, larva yang sudah berbentuk ikan ini banyak dicari oleh pembudidaya ikan. Pertimbangnya adalah tahap telur dan larva masih rentan kematian jika pengetahuan tentang pembenihan belum banyak. Benih banyak dijual dalam ukuran centimeter atau inci.

Saat ini budidaya ikan air tawar telah menjadi tren tersendiri, karena selain menguntungkan juga sangat menyenangkan. Dalam hal pembudidayaan ikan terdapat tiga model bisnis yang bisa kita jalankan yakni pembenihan, pembesaran benih hingga beberapa ukuran, dan pembesaran ikan yang sampai ke tahap konsumsi. Model budidaya pembenihan memerlukan indukan yang berkualitas baik dan memiliki genetik yang baik pula. Usia induk dan kematangan gonad sangat penting untuk diperhatikan. Setelah menetas, idealnya benih dipelihara pada kolam yang cukup luas dan tersedia pakan alami.

Pemijahan adalah salah satu cara perkembangbiakan ikan dengan cara melakukan perkawinan antara ikan jantan betina dalam kolam yang mengeluarkan sel telur dan sperma di luar tubuh. Pemijahan dilakukan untuk tujuan pelestarian dan menghasilkan benih yang unggul yang mempunyai nilai ekonomi serta menghasilkan calon indukan baru berkualitas.

Secara umum, berdasarkan campur tangan manusia, ada dua macam pemijahan, yaitu; pemijahan alami, dan pemijahan buatan. Tapi ada juga yang di antara alami dan buatan, pemijahan semi-buatan.

Pemijahan Alami merupakan proses pemijahan (perkawinan) yang berlangsung secara alami, tidak ada campur tangan manusia. Pemijahan secara alami biasanya bisa dilakukan pada lele, gurami, belut, dan lobster. Setiap ikan memiliki sistem pemijahan alami yang berbeda-beda. Misalnya, gurami yang terbiasa membuat sarang untuk melakukan pemijahan.

Oleh karena itu, pembudidaya harus menyediakan sarang, agar ikan gurami dapat memijah secara alami. Pemijahan alami memiliki keuntungan karena sistem yang digunakan sederhana, tidak terlalu rumit. Pembudidaya hanya perlu memilih induk yang bagus, menyediakan tempat untuk pemijahan, dan menyediakan bahan/substrat.

Kekurangan dari sistem pemijahan alami terkadang membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab, indukan harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya agar bisa melakukan pemijahan yang baik. Selain itu, keberhasilan sistem ini juga bergantung pada kondisi alam.

Pemijahan Buatan merupakan proses pemijahan yang dibantu oleh manusia dengan cara menyuntikkan hormon ovaprim. Selain menyuntikkan hormon, pembudidaya juga harus melakukan treatment pengurutan indukan betina atau biasa disebut dengan stripping. Sistem pemijahan buatan biasa digunakan untuk ikan lele dan patin.

Untuk melakukan pemijahan buatan, pembudidaya harus sudah menguasai dengan baik teknik pemijahan. Teknik ini terbilang rumit bagi pemula karena pekerjaannya membutuhkan tambahan tenaga kerja dan waktu. Risiko kegagalan pun tak luput dari penggunaan sistem ini.

Pemijahan semi-buatan merupakan proses pemijahan yang berlangsung secara alami, tetapi ada campur tangan manusia untuk mencapai keberhasilan proses pemijahan. Pembudidaya akan menyuntikkan hormon ke dalam betina, tetapi tidak dilakukan tindakan lanjutannya seperti pada proses pemijahan buatan, yaitu strippping. Ikan akan dibiarkan memijah secara alami.

Para pembudidaya ikan konsumsi sering menggunakan cara ini. Namun, pemijahan semibuatan tidak dapat digunakan pada ikan yang terbiasa membuat sarang seperti ikan gurami. Sistem ini sering digunakan untuk memijahkan ikan lele dan bawal.

Pemijahan adalah salah satu cara perkembangbiakan ikan dengan cara melakukan perkawinan antara ikan jantan betina dalam kolam yang mengeluarkan sel telur dan sperma di luar tubuh. Pemijahan dilakukan untuk tujuan pelestarian dan menghasilkan benih yang unggul yang mempunyai nilai ekonomi serta menghasilkan calon indukan baru berkualitas.
Pembibitan Ayam

piaraan peliharaan berasal dari asia tenggara yaitu birma, ditemukan 6000 sebelum masehi, sedangkan nenek moyang ayam adalah ayam hutan, di temukan di mesir dan didomestikasi 600 thn sebelum

Pembibitan/Pembenihan ikan, adalah usaha untuk menghasilkan benih ikan yang nantinya akan digunakan pada kegiatan pembesaran. Secara umum, pembenihan itu mudah untuk dilakukan serta siklus perputaran uang pun relatif lebih cepat. Kebutuhan masyarakat akan konsumsi ikan terus meningkat dari tahun ke tahun. Produksi ikan di Indonesia harus didukung oleh benih yang unggul dan berkualitas. Pembenihan merupakan salah satu proses budidaya yang memiliki segmentasi pasar yang lebih luas. Hal itu benar adanya, karena penjualannya bisa dalam berbagai bentuk dan ukuran. Telur dan larva ikan sudah diminati banyak kalangan pembudidaya ikan. Akan tetapi benih pun tidak kalah laku, larva yang sudah berbentuk ikan ini banyak dicari oleh pembudidaya ikan. Pertimbangnya adalah tahap telur dan larva masih rentan kematian jika pengetahuan tentang pembenihan belum banyak. Benih banyak dijual dalam ukuran centimeter atau inci. Saat ini budidaya ikan air tawar telah menjadi tren tersendiri, karena selain menguntungkan juga sangat menyenangkan. Dalam hal pembudidayaan ikan terdapat tiga model bisnis yang bisa kita jalankan yakni pembenihan, pembesaran benih hingga beberapa ukuran, dan pembesaran ikan yang sampai ke tahap konsumsi. Model budidaya pembenihan memerlukan indukan yang berkualitas baik dan memiliki genetik yang baik pula. Usia induk dan kematangan gonad sangat penting untuk diperhatikan. Setelah menetas, idealnya benih dipelihara pada kolam yang cukup luas dan tersedia pakan alami. Pemijahan adalah salah satu cara perkembangbiakan ikan dengan cara melakukan perkawinan antara ikan jantan betina dalam kolam yang mengeluarkan sel telur dan sperma di luar tubuh. Pemijahan dilakukan untuk tujuan pelestarian dan menghasilkan benih yang unggul yang mempunyai nilai ekonomi serta menghasilkan calon indukan baru berkualitas. Secara umum, berdasarkan campur tangan manusia, ada dua macam pemijahan, yaitu; pemijahan alami, dan pemijahan buatan. Tapi ada juga yang di antara alami dan buatan, pemijahan semi-buatan. Pemijahan Alami merupakan proses pemijahan (perkawinan) yang berlangsung secara alami, tidak ada campur tangan manusia. Pemijahan secara alami biasanya bisa dilakukan pada lele, gurami, belut, dan lobster. Setiap ikan memiliki sistem pemijahan alami yang berbeda-beda. Misalnya, gurami yang terbiasa membuat sarang untuk melakukan pemijahan. Oleh karena itu, pembudidaya harus menyediakan sarang, agar ikan gurami dapat memijah secara alami. Pemijahan alami memiliki keuntungan karena sistem yang digunakan sederhana, tidak terlalu rumit. Pembudidaya hanya perlu memilih induk yang bagus, menyediakan tempat untuk pemijahan, dan menyediakan bahan/substrat. Kekurangan dari sistem pemijahan alami terkadang membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab, indukan harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya agar bisa melakukan pemijahan yang baik. Selain itu, keberhasilan sistem ini juga bergantung pada kondisi alam. Pemijahan Buatan merupakan proses pemijahan yang dibantu oleh manusia dengan cara menyuntikkan hormon ovaprim. Selain menyuntikkan hormon, pembudidaya juga harus melakukan treatment pengurutan indukan betina atau biasa disebut dengan stripping. Sistem pemijahan buatan biasa digunakan untuk ikan lele dan patin. Untuk melakukan pemijahan buatan, pembudidaya harus sudah menguasai dengan baik teknik pemijahan. Teknik ini terbilang rumit bagi pemula karena pekerjaannya membutuhkan tambahan tenaga kerja dan waktu. Risiko kegagalan pun tak luput dari penggunaan sistem ini. Pemijahan semi-buatan merupakan proses pemijahan yang berlangsung secara alami, tetapi ada campur tangan manusia untuk mencapai keberhasilan proses pemijahan. Pembudidaya akan menyuntikkan hormon ke dalam betina, tetapi tidak dilakukan tindakan lanjutannya seperti pada proses pemijahan buatan, yaitu strippping. Ikan akan dibiarkan memijah secara alami. Para pembudidaya ikan konsumsi sering menggunakan cara ini. Namun, pemijahan semibuatan tidak dapat digunakan pada ikan yang terbiasa membuat sarang seperti ikan gurami. Sistem ini sering digunakan untuk memijahkan ikan lele dan bawal.

Pemijahan adalah salah satu cara perkembangbiakan ikan dengan cara melakukan perkawinan antara ikan jantan betina dalam kolam yang mengeluarkan sel telur dan sperma di luar tubuh. Pemijahan dilakukan untuk tujuan pelestarian dan menghasilkan benih yang unggul yang mempunyai nilai ekonomi serta menghasilkan calon indukan baru berkualitas.