Sorgum (Sorghum spp.) adalah tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. Sebagai bahan pangan, sorgum berada pada urutan ke-5 setelah gandum, jagung, padi, dan jelai. Sorgum merupakan makanan pokok penting di Asia Selatan dan Afrika sub-sahara. Sorgum juga mengandung serat tidak larut air atau serat kasar dan serat pangan, masing-masing sebesar 6,5% – 7,9% dan 1,1% – 1,23%. Kandungan protein pun seimbang dengan jagung sebesar 10,11% sedangkan jagung 11,02%.

Kandungan pati Sorgum sebesar 80,42% sedangkan kandungan pada jagung 79,95%. Hanya saja, yang membuat tepung sorgum sedikit peminat adalah karena tidak adanya gluten seperti pada tepung terigu. Masyarakat indonesia sudah tenggelam dalam nikmatnya elasitisitas terigu, karena tingginya gluten, dan inilah yang membuat adonan mie, dan roti menjadi elastis. Selain itu Sorgum dikenal memiliki manfaat yang lebih baik daripada tepung terigu karena bebas gluten dan memiliki angka indeks glikemik yang rendah sehingga turut mendukung tren gerakan konsumen bebas gluten diet seperti di negara-negara maju.

Tanaman Sorgum

Tanaman sorgum (Sorghum spp.) adalah tanaman sejenis biji-bijian atau serealia yangberasal dari negara Afrika. Tanaman ini sudah lama dikenal sebagai penghasil pangan dan dibudidayakan di daerah kering seperti di Afrika. Dari benua Afrika kemudian menyebar luas ke daerah tropis dan subtropis termasuk di Indonesia.

Tanaman ini memiliki adaptasi yang luas, toleran terhadap kekeringan sehingga sorgum menyebar di seluruh dunia. Negara penghasil utama sorgum adalah Amerika, Argentina, China, India, Nigeria, dan beberapa negara Afrika Timur, Yaman dan Australia. Untuk Indonesia sendiri, tanaman sorghum juga menyebar dengan cepat sebab iklimnya yang sangat cocok untuk pembudidayaannya.

Buah sorgum merupakan biji-biji yang tertutup oleh kulit yang liat dan berwarna kekuning-kuningan atau kecoklat-cokelatan. Warna bijinya bervariasi yaitu cokelat muda, putih dan putih buram. Bentuknya juga bermacam-macam, ada yang agak bulat, ada juga yang agak pipih. Berat bijinya adalah 0,45 kg. Biji sorghum sifatnya ada yang keras dan ada yang lunak dengan endosperm berwarna putih.

Akar sorghum adalah akar serabut, akar lateral yang halus letaknya agak ke dalam dengan ruang lingkup akar sedalam 1,35-1,8 m, panjang 10,8 m, akar tunjangannya cukup banyak dan keluar dari hampir setiap buku-buku atau ruas-ruas.

Tanaman sorgum mempunyai keunggulan yang tak kalah dengan tanaman pangan lain seperti : daya adaptasi luas, tahan terhadap kekeringan, dapat diratun, dan sangat cocok dikembangkan di daerah marginal. Seluruh bagian tanaman mempunyai nilai ekonomis. Selain budidaya yang mudah, sorgum juga mempunyai manfaat yang sangat luas antara lain untuk pakan ternak, bahan baku industri makanan dan minuman, bahan baku untuk media jamur merang (mushroom), industri alkohol, bahan baku etanol dan sebagainya.

Tanaman sorgum dapat berproduksi walaupun dibudidayakan dilahan kurang subur, air yang terbatas dan masukan (input) yang rendah, bahkan di lahan berpasirpun sorgum dapat dibudidayakan. Namun apabila ditanam pada daerah yang berketinggian di atas 500 m dpl tanaman sorgum akan terhambat pertumbuhanya dan memiliki umur yang panjang.

Tanaman sorgum sebenarnya sudah lama dikenal dan sudah banyak ditanam petani di Indonesia. Namun tampaknya, tanaman ini kurang berkembang dengan baik. Pengembangan jenis tanaman pangan ini akan dapat berhasil apabila dikelola dengan baik.

Produksi

Sorgum termasuk tanaman yang mudah dibudidayakan karena membutuhkan biaya perawatan yang termasuk murah dan bisa ditanam secara tumpang sari dengan padi gogo, kedelai, kacang tanah atau tembakau, ataupun ditanam dengan pertanaman tunggal.

Dalam satu kali tanam, sorgum dapat dipanen lebih satu kali sehingga sorgum tergolong tanaman yang memiliki produktivitas yang tinggi. Daerah budidaya sorgum sangat luas, sorgum dapat hidup mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi dengan iklim tropis-kering sampai iklim basah.

Di Indonesia, daerah pengembangan sorgum cukup luas. Saat ini, daerah penghasil sorgum meliputi Jawa Tengah (Pati, Demak, Wonogiri, Grobogan), Yogyakarta (Gunung Kidul, Kulon Progo), Jawa Timur (Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Probolinggo), dan sebagian daerah di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Tanaman sorgum termasuk tanaman prioritas kedua untuk petani di Nusa Tenggara Timur setelah tanaman jagung, karena selain sorgum dapat ditanam pada lahan-lahan yang kurang menguntungkan, seperti memiliki curah hujan yang rendah, sistem pengairan yang terbatas, serta kondisi lahan yang tidak terlalu subur, tanaman sorgum juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Klasifikasi

Kingdom : Plantae –> Divisi : Magnoliophyta –> Kelas : Liliopsida –> Ordo : Poales –> Family : Poaceae –> Genus : Sorghum –> Spesies : S. bicolor L. Moenc

Morfologi

Morfologi Tanaman sorgum mencakup akar, batang, daun, tunas, bunga, dan biji, sebagai berikut;

Akar
Morfologi akar dibentuk dari kecambahan biji, yang diikuti tumbuhnya tunas akar serabut. Selanjutnya akar-akar lateral akan tumbuh serta meluas di tanah bagian luar.

Batang
Sorgum memiliki batang tegak serta kompak dengan diameter 0,5 sampai 3 cm.

Daun
Dalam satu batang tanaman sorgum memiliki 7 hingga 24 helai daun, dan panjangnya sekitar 15 sampai 25 cm. Daun tersebut pada awalnya akan tumbuh tegak, dan kemudia akan melengkung menjuntai kebawah ketika sudah panjang ukurannya.

Bunga
Bunga pada sorgum tumbuh secara berpasangan, dengan satu merupakan hermaprodit dan yang lainnya adalah jantan. Bunga tersebutakan mekar pada periode 6 – 9 hari.

Buah
Sorgum sudah dapat dipanen pada umur 55 hingga 75 hari. Pada usia tersebut biji atau buah sorgum telah mencapai berat maksimal dan kandungan air dalam bijinya telah berkurang.



Varietas

Tortillero
Jenis varietas sorgum tortillero dikembangkan di Burkina Faso, Afrika Barat. Jenis sorgum ini memiliki beberapa keunggulan, antara lain; memiliki tingkat adaptasi tinggi dan kondisi kering, tanah yang kurang subur, dan menghasilkan biji berkualitas.

Milion
Jenis varietas sorgum Milionini berasal dari Sudan, Afrika. Keunggulan yang dimiliki oleh jenis sorgum ini antara lain; produktifitas sorgum tinggi dan memiliki kemampuan bertunas tinggi setelah musim kering, dan menghasilkan biji sorgum yang berkualitas.

Pahat
Jenis varietas sorgum pahat dihasilkan dengan menggunakan sinar radiasi sinar gama oleh badan Nuklir Nasional (Batan), varietas ini memiliki beberapa keunggulan, antara lain; mampu beradaptasi terhadap lingkungan lahan kering dan lahan marginal, produktifitas mencapai 5 ton/ha, usia panen yang pendek (95 hari), dan toleran terhadap lahan kadar keasaman tanah tinggi.

Numbu
Jenis varietas sorgum numbu berasal dari Negara India. Jenis sorgum ini memiliki kelebihan tahan terhadap penyakit karat dan bercak daun, memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, dan dapat ditaman pada lahan sawah maupun tegalan.

Kawali
Sorgum varietas Kawali ini tergolong jenis unggul, tahan terhadap kerebahan, penyakit karat dan bercak daun, serta memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Jenis sorgum ini berasal dari India, dan saat ini mulai dikembangkan di Indonesia.

Budidaya

Persiapan

Syarat Tumbuh
Tanaman sorgum dapat tumbuh di daerah beriklim sedang dan dataran rendah dengan curah hujan sedang dan suhu sekitar 22 ° C-32 ° C. Jenis tanah yang baik untuk budidaya sorgum adalah tanah lempung, tanah lempung berpasir, tanah brandjangan, tanah lebu dan tentu saja tanah yang mengandung banyak bahan organik dan berdrainase dengan baik dengan pH sekitar 5,5 hingga 7.

Persiapan Lahan Tanam
Lahan tempat sorgum ditanam atau ditumbuhkan lebih baik di sawah, atau ladang yang digemburkan terlebih dahulu dengan membajak atau mencangkul hingga kedalaman 25 cm dan kemudian digemburkan lagi. Kemudian berikan pupuk dasar dengan pupuk kandang atau kompos dengan dosis sekitar 7-10 ton per hektar lahan secara merata. Kemudian buat bedengan dengan ukuran sekitar 30 cm untuk lebar, 25 cm untuk tinggi dan panjang bedengan bisa menyesuaikan luas tanam. Jarak antara bedengan adalahsekitar 25 cm.

Persiapan Benih
Benih sorgum diperoleh dari biji sorgum yang telah masak dan dikeringkan selama beberapa hari. Kemudian benih disimpan di luar ruangan selama sekitar satu minggu. Jika dirasa terlalu rumit, Anda dapat membeli biji sorgum ditoko pertanian terdekat.


Penanaman

Buat lubang tanam pada bedengan yang dibuat dengan kedalaman kira-kira. 5 cm dan di antara lubang jarak kira-kira 20-25 cm. Sebelum ditanam, benih dicampur dengan insektisida karbosulfan dengan dosis sekitar 30 g / 40 kg benih untuk mencegah semut dan burung memakan biji sorgum. Selanjutnya lakukan penanaman di setiap lubang tanaman 2-benih dan tutup lagi dengan tanah atau bokashi. Kemudian lakukan penyiraman tetapi jika jenis tanah yang lembab tidak perlu disiram.


Perawatan dan Pemeliharaan

Penjarangan
Agar tanaman tidak terlalu rapat lakukan penjarangan, perjarangan juga pertunjuan untuk dapat menghasilkan tanaman tumbuh dengan optimal karena nutrisi dalam tanah tidak terbagi-bagi.

Penyulaman
Lakukan pengontrolan pada tanaman yang baru anda tanam, jika terdapat tanaman mati atau tumbuh dengan tidak normal maka lakukan penyulaman dengan tanaman yang baru.

Penyiraman
Penyiraman biasanya dilakukan setelah pemberian pupuk. Penyiraman dilakukan dengan menggenangi parit hingga penuh.jika pengairan sudah rata maka buang air tersebut hingga bersih. Setelah pemupukan ketiga, Penyiraman dilakukan setiap 15 hari.

Penyiangan
Penyiangan dilakukan dua kali ketika tanaman 10 hari setelah tanam dan 25 hari setelah tanam, atau dapat juga dilakukan tergantung pada pertumbuhan gulma. Penyiangan dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan tangan atau dengan cangkul atau sabit.

Pembubunan

Lakukan pembumbunan atau merapihkan bedengan dengan menggemburkan tanah disekitar tanaman, lakukan pembumbunan sebanyak 3 kali sampai musim panen.

Pemupukan
Pemupukan tanaman sorgum berlangsung 3 kali, 7 hari setelah tanam, 21 hari setelah tanam dan 35-40 hari setelah tanam.
– Jika tanaman berumur 7 hari, berikan pupuk urea 105 kg/ha, Phonska 105 kg/ha dan TSP 50 kg/ha
– Jika tanaman berumur 21 hari, berikan pupuk urea 150 kg/ha, Phonska 105 kg/ha dan kalium 80 kg/ha
– Ketika tanaman berumur antara 35 dan 40 HST, mereka memberikan pupuk ZA 150 kg/ha dan Phonska 105 kg/ha.

(Ha.) total Luas Lahan
0
(Ton/Th.) Produksi
0
Hama dan Penyakit

Penyakit Bercak Daun. Serangan penyakit ini menyebabkan bercak pada dan dengan warna kemerah-merahan atau keunguan dan menyebabkan busuk merah pada batang dimana jaringan bagian dalam buku berair dan berubah warnanya. Bercak tersebut menyebabkan daun menjadi kering, dan bagian batang menjadi berair kemudian patah.

Penyakit Blight. Penyakit ini biasanya menyerang pada kondisi yang lembab. Serangan penyakit ini menimbulkan bitnik-bintik ungu kemerahan atau kecokelatan yang akhirnya menyatu. Penyakit ini bisa menyerang pada masa pembibitan maupun tanaman yang telah dewasa.

Penyakit Karat. Penyakit ini sering terjadi secara luas pada sorgum, namun biasanya tidak akan menyerang lagi ketika usia tanaman sudah dewasa.

Hama Lalat Bibit Sorgum. Hama Lalat sorgum merupakan hama yang utama di daerah tropis. Pengendaliannya adalah dengan melakukan penanaman pada waktunya (tanam serempak) dan menanam kultivar yang mempunyai kemampuan memulihkan luka setelah diserang.

Hama Ulat Daun. Menyerang daun dan menjalar ke seluruh pohon. Ulat daun bisa diatasi dengan menggunakan insektisida dengan jenis dan dosis yang dianjurkan.

Panen

Masa panen sorgum yaitu ketika tanaman telah berusia sekitar 3-4 bulan, tergantung jenis sorgum yang ditanam. Penentuan saat panen dapat dilakukan dengan berpedoman pada umur setelah biji terbentuk atau dengan melihat ciri-ciri visual biji. Pemanenan juga bisa dilakukan dengan melihat ciri-ciri seperti daun berwarna kuning dan mengering, biji-biji bernas dan keras serta berkadar tepung maksimal. Atau gampangane.. Sorgum dapat dipanen sekitar 90 hingga 100 hari setelah tanam atau 45 hari setelah semai. Karakteristik sorgum yang dipanen adalah kulit buahnya telah berubah dari hijau menjadi hitam atau merah, kulit buah sudah rusak dan isinya terlihat.

Di lapangan bisa dilakukan dengan mengambil beberapa biji sorgum, lalu digigit. Bila biji waktu digigit terasa keras dan terasa tepungnya, maka biji sorgum dianggap sudah cukup tua. Biji yang sudah tua tapi tidak segera dipanen, akan turun mutunya. Hal ini karena biji mudah tumbuh bila kelembaban udara di kebun cukup tinggi. Selain itu, hasil panen makin menurun karena dimakan burung. Tanda saat panen lainnya yaitu daun mulai mengering dari bawah ke atas. Kadar air panen rata-rata 20%, namun di daerah yang kering bisa mencapai 16%. Untuk memudahkan perontokan, malai dipotong dengan tangkai malainya cukup panjang (20-30 cm) agar memudahkan pemegangannya.

Cara panen. Panen dilakukan dengan cara memangkas tangkai mulai 7,5 – 15 cm di bawah bagian biji dengan menggunakan sabit. Hasil pemangkasan kemudian diikat dengan ukuran sekitar 20 Kg – 40 Kg setiap ikatnya. Waktu panen. Sorgum dipanen apabila biji dianggap telah masak optimal, biasanya ?45 hari setelah bakal biji terbentuk.

Pasca Panen

Pengeringan
Biasanya pengeringan dilakukan dengan cara penjemuran selama 60 jam hingga kadar air biji mencapai 10 – 12 %. Kriteria untuk mengetahui tingkat kekeringan biji biasanya dengan cara menggigit bijinya. Bila bersuara berarti biji tersebut telah kering. Apabila hari hujan atau kelembaban udara tinggi, pengeringan dapat dilakukan dengan cara menggantungkan batang-batang sorgum diatas api dalam suatu ruangan atau di atas api dapur.

Perontokan
Perontokan secara tradisionil dilakukan dengan pemukul kayu dan dikerjakan di atas lantai atau karung goni. Pemukulan dilakukan terus menerus hingga biji lepas. Setelah itu dilakukan penampian untuk memisahkan kotoran yang terdiri dari daun, ranting, debu atau kotoran lainnya. Sejumlah biji dijatuhkan dari atas dengan maksud agar kotorannya dapat terpisah dari biji dengan batuan hembusan angin. Agar dicapai hash yang terbaik dan efisien dianjurkan agar menggunakan wadah supaya biji tetap bersih, usahakan agar biji segera dirontok setelah panen untuk mencegah serangan tikus dan burung, dan kadar air tidak boleh lebih dari 10 – 12 % untuk mencegah pertumbuhan jamur.

Penyimpanan
Penyimpanan sederhana di tingkat petani adalah dengan cara menggantungkan mulai sorgum di ruangan di atas perapian dapur. Cara ini berfungsi ganda yaitu untuk melanjutkan proses pengeringan dan asap api berfungsi pula sebagai pengendalian hama selama penyimpanan. Namun jumlah biji yang dapat disimpan dengan cara ini sangat terbatas. Bila biji disimpan dalam ruangan khusus penyimpanan (gudang) maka tinggi gudang harus sama dengan lebarnya supaya kondensasi uap air dalam gudang tidak mudah timbul.

Dinding gudang sebaiknya ‘ terbuat dari bahan yang padat sehingga perubahan suhu yang terjadi pada biji dapat dikurangi. Tidak dianjurkan ruang penyimpanan dari bahan besi, karma sangat peka terhadap perubahan suhu. Sebelum disimpan biji harus kering, bersih dan utuh (tidak pecah).

Penyosohan
penyosohan adalah pelepasan kulit biji Sorgum. Untuk menyosoh biji sorgum digunakan mesin yang terdiri dari silinder gurinda batu. Penyosohan dilakukan sehingga dihasilkan sorgum siap untuk pengolahan selanjutnya. Sorgum jenis non waxy dapat digunakan sebagai nasi, bubur dan bentuk olahan lain. Sedangkan jenis sorgum ketan (waxy Sorgum) yang rasanya pulen dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuat minyak (snack) seperti tape, Temper, rengginang dan wajik.

Manfaat Sorgum

Manfaat Tanaman Sorgum

Batang
Batang sorgum merupakan lumbung bioetanol dan bahan pembuatan kertas. Batang sorgum yang usia muda bisa dijadikan sirup, karena memiliki rasa yang manis. Caranya cukup mudah, kupas kulit batang sorgum yang masih muda dan ambil bagian dalamnya.

Akar
Akar sorgum bisa dimanfaatkan sebagai olahan jamu. Akar sorgum dipercaya mampu melancarkan peredaran darah. Caranya cukup mudah, ambil akar sorgum lalu cuci hingga bersih, seduh akar tersebut menggunakan air mendidih, lalu minum air seduhan tersebut.

Daun
Bagian daun sorgum bisa dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak, bagian tangkai daunnya bisa dimanfaatkan untuk membuat kerajinan tangan dan sapu.

Bunga
Bunga sorgum bisa dimanfaatkan untuk membuat hiasan, bunga tersebut bisa dikeringkan dan ditaruh di pot atau vas bunga untuk dijadikan hiasan ruangan.

Biji
Biji sorgum adalah bagian utama yang dimanfaatkan, karena di dalam biji sorgum memiliki kandungan gizi yang sangat mumpuni, bahkan kandungan proteinnya lebih tinggi dibandingkan beras dan jagung. Selain itu, sorgum juga kaya akan kandungan serat dan mengandung gluten rendah.

Biji sorgum bisa dijadikan sebagai tepung dan digunakan sebagai bahan dasar pembuatan panganan. Bahkan setelah dikupas kulitnya, biji sorgum bisa langsung dimasak layaknya beras. Karena kelebihannnya tersebut, sorgum menjadi alternative potensial sumber pangan. Cara pembuatan sorgum sebagai tepung, cukup mudah dilakukan. Caranya kupas kulit sorgum, lalu sorgum kering digiling.
Manfaat Biji Sorgum

Bahan Pangan
Sorgum merupakan salah satu tanaman pangan yang potensial yang dikembangkan di Indonesia, khususnya di daerah yang kering. Sorgum bisa dimanfaatkan sebagai pangan, pakan, dan bioenergy (bioethanol). Kandungan gizi yang tinggi dan tingginya manfaat bagi kesehatan manusia menjadi salah satu alasan sorgum bisa dijadikan sebagai alternative diversifikasi pangan di Indonesia.

Sorgum mengandung vitamin dan nutrisi yang sangat tinggi seperti Niacin, Riboflavin, dan Thiamin. Biji sorgum mengandung berbagai macam mineral seperti Kalium, Zat Besi, Tembaga, Magnesium, dan Fosfor. Kandungan vitamin dan nutrisinya yang tinggi menjadikan tanaman ini sangat erat kaitannya dengan bidang kesehatan.

Bahan Anti-Oksidan
Pada lapisan katul biji sorgum mengandung antioksidan yang bermanfaat dalam menangkal radikal bebas yang akan masuk ke tubuh. Masuknya radikal bebas ke tubuh inilah yang akan merubah sel-sel sehat menjadi sel kanker. Dengan mengkonsumsi sorgum tentu akan mencegah penyakit kanker. Selain itu, kandungan serat dalam sorgum juga meningkatkan sistem imun bagi tubuh. Sistem imun yang baik akan membantu membunuh sel kanker.

Mengobati Diabetes
Sorgum merupakan sumber pangan yang baik dikonsumsi bagi penderita diabetes. Kandungan mineral dan kalsium pada sorgum mampu meningkatkan kadar insulin di dalam darah. Insulin sangat dibutuhkan untuk mengontrol dan menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes.

Memperlancar Sirkulasi Darah
Sorgum memiliki kandungan mineral yang sangat baik bagi tubuh, salah satunya adalah zat besi. Zat besi dapat membantu menambah pembentukan sel darah merah, sehingga akan memperlancar sirkulasi darah dalam tubuh.

Mencegah Osteoporosis
Sorgum memiliki kandungan mineral kalsium yang dapat mencegah terjadinya osteoporosis. Selain itu, kalsium juga akan membantu meningkatkan pertumbuhan gigi dan tulang pada anak.

Mengobati Celiac
Celiac adalah penyakit khusus yang terjadi akibat alergi terhadap gluten (zat protein bertekstur lengket yang terdapat pada gandum). Sorgum merupakan salah satu bahan pangan yang bebas gluten, sehingga akan bermanfaat dan sangat aman dikonsumsi bagi pengidap celiac.

Membantu penurunan Berat Badan
Bagi Anda yang sedang melakukan program diet, bisa menggunakan sorgum sebagai sumber pangan utama. Karena konsentrasi serat makanan yang terkandung dalam sorgum cukup tinggi jika dibandingkan dengan jenis biji-bijian sereal lainnya.

Kandungan serat yang tinggi ini akan memastikan rasa kenyang yang lebih lama, dan menjaga perut dari rasa lapar. Hal tersebut memiliki dampak berkurangnya selera makan, sehingga sorgum membantu pula dalam menurunkan berat badan.
Meningkatkan Kesehatan Jantung
Sorgum memiliki kandungan serat yang tinggi, sehingga membantu menurunkan kadar LDL atau kolesterol jahat dalam tubuh, sehingga mengurangi resiko serangan jantung. Sifat-sifat penurun kolesterol pada sorgum juga mengurangi kemungkinan terhambatnya alirah darah, arteriosklerosis, dan pembentukan plak. Tidak hanya kaya akan kandungan serat, sorgum juga mengandung antioksidan, dan nutrisi seperti magnesium, vitamin E, vitamin B, dan zar besi. Yang akan membantu tubuh terhindar dari penyakit kardiovaskular.

Kesehatan Tiroid
Mangan merupakan komponen dari tiroksin yang merupakan hormon penting dalam kelenjar tiroid. Sorgum kaya akan mangan yang bermanfaat untuk membantu fungsi kelenjar tiroid dalam tubuh.

Meningkatkan Daya Kognitif
Sorgum memiliki kandungan fosfor yang bermanfaat untuk membantu menjaga respon emosi, neuron dan hormon, sehingga akan mencegah terjadinya penurunan daya kognitif. Selain itu juga mampu mencegah penyakit Alzheimer.

Kesehatan Pencernakan
Sorgum memiliki kandungan serat yang berfungsi untuk meningkatkan sistem pencernaan. Satu porsi sorgum mengandung 48% dari asupan harian yang direkomendasikan untuk mengkonsumsi serat. Hal ini berarti saluran pencernaan akan menyimpan makanan dan mencerna dengan cepat, sehingga dapat mencegah hal-hal seperti kram, kembung, sembelit, sakit perut, kelebihan gas, dan diare.

Kestabilan energi
Vitamin B3 atau bisa disebut Niacin adalah komponen kunci yang berfungsi mengubah makanan menjadi energi yang dapat digunakan sebagai bahan bakar bagi tubuh. Sorgum mengandung 28% dari asupan yang direkomendasikan niacin per hari, sehingga dengan mengkonsumsi sorgum dapat memperlancar metabolisme tubuh, dan akan meningkatkan kestabilan energi dalam tubuh.

Aneka Olahan dari Tanaman Sorgum

Gula sorgum dihasilkan dari batang sorgum, sama halnya dengan proses pembuatan gula tebu. Gula sorgum memiliki angka kemanisan yang lebih rendah dibandingkan dengan gula pasir biasa. Namun, gula sorgum lebih manis dibandingkan dengan gula kelapa.

Pembuatan Kecap Sorgum sama seperti proses pembuatan kecap yang berbahan baku biji kedelai, pembuatan kecap sorgum pun menggunakan bahan dasar biji sorgum.

Tepung Sorgum. Salah satu hasil olahan dari sorgum adalah tepung sorgum, tepung tersebut bisa digunakan sebagai campuran bahan pembuatan kue, sehingga dapat mengurangi penggunaan tepung beras yang dibutuhkan untuk pembuatan kue. Kue yang bisa dihasilkan juga sangat beragam, mislanya kue bolu, nastar, dan kue lapis.

Sorgum sebagai Bahan Baku Bioetanol

Industri bioetanol berbahan baku sorgum telah dikembangkan di banyak negara seperti Amerika Serikat, China, India dan Belgia. Anderson dari Iowa State University melaporkan bahwa sorgum manis mengandung gula yang dapat difermentasi dan hasilnya setara dengan 400-600 gallons etanol per acre, atau kira-kira dua kali lebih tinggi dibanding jagung.

Produktivitas bioetanol sorgum di Amerika Serikat mencapai 10.000 liter/ha, India 3.000–4.000 liter/ha dan China 7000 liter/ha. Sebagai bahan bakar bio (biofuel), bioetanol sorgum digunakan dalam beberbagai keperluan, misalnya dicampur dengan bensin (premium) untuk kendaraan bermotor atau yang lebih dikenal sebagai gasohol.

Di India, selain untuk gasohol, bioetanol sorgum juga digunakan sebagai bahan bakar untuk lampu penerangan (pressurized ethanol lantern) disebut “Noorie” yang menghasilkan 1.250-1.300 lumens (kira-kira setara dengan bola lampu 100 W). Bioetanol sorgum juga digunakan sebagai bahan bakar kompor pemasak (pressurized ethanol stove) yang menghasilkan kapasitas Panas 3 KW

Secara tradisional, bioetanol sebenarnya telah lebih lama diproduksi dari molases hasil limbah pengolahan gula tebu (sugar cane). Walaupun harga molases tebu relatif lebih murah, namun bioetanol sorgum memiliki peluang dapat berkompetisi mengingat beberapa kelebihan sorgum manis dibanding tebu sebagai berikut:

  • Tanaman sorgum memiliki produksi biji dan biomass yang jauh lebih tinggi dibanding tanaman tebu.
  • Adaptasi sorgum jauh lebih luas dibanding tebu sehingga sorgum dapat ditanam di hampir semua jenis lahan, baik lahan subur maupun lahan marjinal.
  • Tanaman sorgum memilki sifat lebih tahan terhadap kekeringan, salinitas tinggi dan genangan air dibanding tanaman tebu.
  • Kebutuhan air untuk tanaman sorgum hanya sepertiga dari tanaman tebu.
  • Sorghum memerlukan pupuk relatif lebih sedikit dan pemeliharaannya lebih mudah daripada tanaman tebu.
  • Laju fotosintesis dan pertumbuhan tanaman sorgum jauh lebih tinggi dan lebih cepat dibanding tanaman tebu.
  • Menanam sorgum lebih mudah, kebutuhan benih hanya 4,5–5 kg/ha dibanding tebu yang memerlukan 4.500–6.000 kg stek batang.
  • Umur panen sorgum lebih cepat yaitu hanya 3-4 bulan, dibanding tebu yang dipanen pada umur 7 bulan.
  • Sorgum dapat diratun sehingga untuk sekali tanam dapat dipanen beberapa kali.