Capra aegagrus hircus

Kambing ternak

Kambing ternak (Capra aegagrus hircus) merupakan salah satu subspesies yang dipelihara atau dijinakkan dari kambing liar Asia Barat Daya dan Eropa Timur. Kambing merupakan binatang memamah biak yang berukuran sedang. Kambing ternak (Capra aegagrus hircus) adalah subspesies kambing liar yang secara alami tersebar di Asia Barat Daya (daerah “Bulan sabit yang subur” dan Turki) dan Eropa. Kambing liar jantan maupun betina memiliki tanduk sepasang, namun tanduk pada kambing jantan lebih besar. Umumnya, kambing mempunyai janggut, dahi cembung, ekor agak ke atas, dan kebanyakan berambut lurus dan kasar. Panjang tubuh kambing liar, tidak termasuk ekor, adalah 1,3 meter – 1,4 meter, sedangkan ekornya 12 sentimeter – 15 sentimeter. Bobot kambing betina 50 kilogram – 55 kilogram, sedangkan yang jantan bisa mencapai 120 kilogram.
Anatomi dan kesehatan

Kambing dilihat sebagai hewan ternak yang kecil dibanding hewan-hewan besar seperti sapi, unta dan kuda, tetapi lebih besar dari hewan ternak mikro seperti ayam, bebek, kelinci, marmut dan lebah. Setiap jenis kambing mempunyai ukuran berat badan tertentu dari sebesar 300 pound (136 kg) untuk kambing jantan yang berjenis kambing besar seperti Boer, atau seukuran 45 ke 60 pound (20–27 kg) untuk kambing betina yang berukuran kecil.

Kebanyakan kambing di alam tumbuh dua batang tanduk yang memiliki berbagai bentuk dan ukuran menurut jenisnya. Tidak seperti sapi, kambing tidak berhasil disilangkan jenisnya untuk diubah bentuk tanduk yang sesungguhnya karena gen-gen yang menentukan jenis kelamin berkaitan erat dengan yang menentukan tanduk.

Kambing merupakan hewan ruminansia yang memiliki perut empat bagian yang terdiri dari rumen, retikulum, omasum, dan abomasum. Seperti mamalia ruminan yang lain, kambing merupakan hewan berjari genap. Kambing betina mempunyai payudara berputing dua, dibandingkan dengan sapi yang berputing empat.

Pupil kambing berbentuk sepet dan mendatar. Sebab iris kambing biasanya berwarna pucat, maka pupilnya lebih menonjol dibanding pupil hewan lain seperti sapi, rusa, kebanyakan kuda dan biri-biri yang juga berpupil sepet tetapi bersati dengan iris dan sklera yang berwarna lebih gelap. Ekor kambing biasanya tercuat. Ekor biri-biri Shetland ini berjuntai.

Kambing jantan maupun betina tumbuh janggut, bahan kebanyakan jenis kambing (terutama kambing susu, Boer campuran penyusu dan kambing pigmi) juga mempunyai sepasang gelambir yang berjuntai pada kedua belah leher.


Perilaku

Kambing sangat cerdas dan suka mencari tahu. Ia juga sangat terkoordinasi dan dikenali secara luas karena kemampuannya untuk memanjat dan mengimbangkan badan di tempat-tempat yang sangat berbahaya. Oleh karena itu, kambing adalah satu-satunya ruminansia yang mampu memanjat pohon, walaupun pohon itu seharusnya cukup condong untuk dicapai.

Kambing mampu menemui kelemahan sebuah kandang, seekor kambing akan memanfaatkannya berulang-ulang, dan kambing-kambing lain akan memperhatikan dan cepat mempelajari cara yang sama itu. Dengan sifat cerdas dan suka ingin tahu tersebut, kambing menduga apapun yang baru atau asing dalam lingkungannya, terutama dengan menyentuh dengan bibir atas dan lidahnya yang mencengkeram.

Kambing yang diurus secara terorganisasi cenderung kurang untuk berkumpul berbanding biri-biri, bahkan jika sedang mencari makan tanpa diganggu, kawanan kambing cenderung berpencar ke penjuru ladang atau lapangan dibanding makan berdekatan seperti yang dilakukan biri-biri. Kambing yang menyusu membiarkan anaknya berjalan bebas daripada berapat-rapat seperti biri-biri. Kambing biasanya berpaling dan menghadap penceroboh, dan kambing jantan lebih memungkinkan untuk menyerang atau menanduk manusia dibanding biri-biri jantan.

Pembiakan

Kambing mencapai kedewasaannya sekitar umur tiga ke 15 bulan, tergantung pada jenis dan kesehatannya. Kebanyakan peternak lebih menyukai menunda pembuahan hingga kambing betina mencapai 70% berat badan dewasa. Namun demikian, pemisahan ini jarang-jarang dapat dilakukan untuk kelompok ternak liar yang tidak diurus.

Di kawasan khatulistiwa, kambing dapat membiak pada kapan saja tanpa ditentukan musim. Keberhasilan pembiakan di kawasan-kawasan khatulistiwa lebih bergantung pada cadangan makanan yang tersedia daripada waktu siang.

Kambing betina tanpa mempertimbangkan jenis atau tempat naik berahi 21 hari sekali selama dua hingga 48 jam. Kambing betina yang berahi biasanya mengibas-ngibas ekor, mendekati kambing jantan jika ada, bersuara lebih lantang, dan mungkin juga menunjukkan kehilangan selera dan kurangnya susu sepanjang waktu berahi.

Kambing jantan berjenis khatulistiwa mungkin menunjukkan kesuburan menurut musim, tetapi mampu melakukan kawin kapan saja seperti kambing betina. Kambing jantan yang masuk masa kawin akan menunjukkan bibir seringai bergulung serta membuang air kencing ke atas kaki depan dan wajahnya.

Kelenjar bau sebum di dasar tanduk menguatkan bau kambing jantan, yang penting untuk dia menjadi lebih menarik kepada kambing betina. Sebagian kambing betina enggan melakukan kawin dengan kambing jantan yang berbeda baunya. Selain perkawinan secara alami, inseminasi semakin diminati banyak peternak kambing karena dapat memperluas pilihan darah keturunan dengan lebih mudah.

Masa kehamilan kambing kira-kira 150 hari. Biasanya yang dilahirkan adalah anak kembar dua, namun kadang kala tunggal bahkan kembar tiga. Kelahiran anak kembar empat, lima, ataupun enam sangat jarang terjadi.

Kelahiran anak kambing biasanya terjadi secara tenang. Sebelum melahirkan, si induk merendahkan badan sekitar bagian ekor dan pinggul, sambil bernapas terengah-engah. Selepas melahirkan, si ibu biasanya makan uri untuk memperoleh zat-zat yang amat diperlukannya, membantu mehanan pendarahan, dan mengurangi resapan bau kelahiran untuk pemangsa.

Produksi susu dimulai sewaktu kelahiran anak, berbeda-beda menurut jenis, umur, kualitas dan makanan si induk kambing; kambing penyusu umumnya menghasilkan antara 660 hingga 1,800 l (1,500–4,000 paun) susu dalam setiap waktu laktasi 305 hari. Secara rata-rata, seekor kambing penyusu yang berkualitas baik akan mengeluarkan sekurang-kurangnya 6 pound (2.7 liter) susu per hari selagi ia masih menyusui.

Produksi susu kali pertama mungkin menghasilkan sebanyak 16 pound (7.3 liter) susu ke bawah, atau lebih banyak dari itu pada kasus-kasus yang luar biasa. Setelah laktasi, kambing betina “kekeringan” setelah melahirkan. Kadang-kadang kambing yang tidak melahirkan dan diperah susu tanpa henti akan kekal dalam laktasi melebihi 305 hari yang biasanya. jenis-jenis pedaging, serat, dan peliharaan biasanya tidak diperah susunya dan sekadar menghasilkan susu yang cukup untuk anak hingga anaknya berhenti menyusu.

Kambing
di Indonesia

(Juta) Jumlah Kambing
0
(Ribu/kg.) Harga Kambing
0
(Juta) Ternak Susu
0
(Ribu/lt.) Harga Susu
0

Peternakan

Usaha beternak kambing adalah usaha peternakan, dan pengembangan kambing. Ada dua jenis peternakan kambing; untuk pedaging, dan untuk produkk susu. Untuk ternak pedaging, biasanya di Indonesia, bisa kita pergunakan kambing jawa, atau kambing kibas. Sedangkan untuk peternakan kambing yang diambil susunya, biasanya beternak kambing etawa, karena memang susu ini terasa enak di lidah. Juga bisa dilakukan satu peternakan kambing untuk tujuan keduanya, daging dan susu.


Kandang

Untuk memelihara dan beternak kambing dalam jumlah banyak, buatlah kandang berukuran 6 × 6 m, dengan sekat kamar perkambingnya 150 cm × 60 cm. Setiap kamar ada 20 kambing, sehingga kalau dijumlah 100 kambing dari 5 kamar tersebut agar tidak terlalu kebanyakan dan kambing-kambing itu tidak berkelahi.

Cari pekerja yang bisa membantu memelihara kambing itu yang benar-benar punya pengalaman mengurusi kambing. Dan untuk pemasaran bisa dilakukan lewat pamflet, atau situs marketplace, atau bisa juga dilakukan langsung di saat hari raya kurban.

Berdasar Peraturan Menteri Pertanian Nomor 102/Permentan/OT.140/7/2014 tentang Pedoman Pembibitan Kambing Dan Domba Yang Baik , ukuran sekatan kandang kambing yang benar memenuhi persyaratan daya tampung sebagai berikut :
  • Ukuran kandang kambing Jantan dewasa adalah 1-1,2 m²/ekor
  • Ukuran kandang kambing Betina dewasa yaitu 0,7-1m²/ekor
  • Ukuran kandang kambing Induk laktasi seluas 0,7-1m²/ekor + 0,5m²/ekor anak
  • Ukuran kandang kambing Jantan/betina muda (7-12 bln) adalah0,75 m²/ekor
  • Ukuran kandang kambing Jantan/betina sapihan (4-7 bln) adalah 0,5 m² /ekor.

Makanan

Dalam beternak kambing, selain memakan rumput, bisa juga mempergunakan pakan fermentasi, terbuat dari jerami yang difermentasi dengan bakteri. Jerami-jerami itu dicampur dengan gedebog pisang, ampas tahu, bekatul dan ampas kacang. Pembuatan pakan fermentasi, akan dijelaskan secara singkat, berikut:

  • Pertama, jerami dan gedebong dicacah kecil-kecil, kemudian campurkan air, gla pasir, dan parutan nanas.
  • Masukkan bahan-bahan ini ke dalam wadah.
  • Di tempat lain, hancurkan jerami-jerami dengan ampas tahu dan bekatul;
  • masukkan ke wadah yang lebih besar.
  • Larutan yang berisi air, gula pasir dan parutan nanas 1 buah tadi aduk rata dan diamkan sejenak selama kurang lebih 15 menit.
  • Kemudian masukan lagi larutan itu kedalam air ±10 liter lalu siramkan secara merata ke dalam campuran pakan dalam wadah besar,
  • kemudian sebagai tambahan taburkan garam dan aduk lagi terus menerus hingga semuanya tercampur rata.
  • Masukkan kesemuanya ke dalam wadah lain dan dan tutuplah dengan terpal plastik selama sehari jika memakai jerami kering, dan memakai gedebong pisang selama 1-3 jam. Pakanpun sudah siap.

Apabila memakai rumput, pemberian rumput adalah 2 kali.
  • Pertama di waktu pagi, setelah bersihkan kandang kambing. Maka, pakannya dijemur sampai siang dulu.Dijemur sampai layu dulu ini dimaksudkan untuk supaya pakan ini kering dan kemudian, tidak begitu membuat perut kambing jadi kembung karena pakan masih basah.
  • Kedua, di waktu sore. Pada waktu ini, jangan terlalu banyak memberi kambing. Sisakan untuk besok, seraya mencari lagi rerumputan buat kambing-kambing tersebut.

Jenis

Jenis-Jenis kambing tergolong dalam kategori-kategori yang sangat banyak menurut kegunaan, seperti penyusu, penyilangan gen, daging, kulit, transportasi maupun sebagai teman.

Kambing kacang. Kambing kacang adalah ras unggul kambing yang pertama kali dikembangkan di Indonesia. Badannya kecil. Tinggi gumba pada yang jantan 60 sentimeter hingga 65 sentimeter, sedangkan yang betina 56 sentimeter. Bobot pada yang jantan bisa mencapai 25 kilogram, sedang yang betina seberat 20 kilogram. Telinganya tegak, berrambut lurus dan pendek. Baik betina maupun yang jantan memiliki dua tanduk yang pendek.

Kambing Etawah. Kambing Etawah didatangkan dari India yang disebut kambing Jamnapari. Badannya besar, tinggi gumba yang jantan 90 sentimeter hingga 127 sentimeter dan yang betina hanya mencapai 92 sentimeter. Bobot yang jantan bisa mencapai 91 kilogram, sedangkan betina hanya mencapai 63 kilogram. Telinganya panjang dan terkulai ke bawah. Dahi dan hidungnya cembung. Baik jantan maupun betina bertanduk pendek. Kambing jenis ini mampu menghasilkan susu hingga tiga liter per hari. Keturunan silangan (hibrida) kambing Etawa dengan kambing lokal dikenal sebagai sebagai kambing “Peranakan Etawah” atau “PE”. Kambing PE berukuran hampir sama dengan Etawa namun lebih adaptif terhadap lingkungan lokal Indonesia.

Kambing Peranakan Etawah. Kambing peranakan etawah (PE) merupakan hasil kawin silang antara kambing kacang dengan kambing etawah yang mempunyai sifat mendekati kambing etawah dan sebagiannya mendekati sifat kambing kacang. Ciri khas dari Kambing Peranakan Etawa atau PE adalah pada bentuk mukanya yang cembung, bertelinga panjang yang mengglambir, postur tubuh tinggi. kambing PE memiliki lama kebuntingan 148,87 hari, siklus birahi 23 hari, angka kawin per kebuntingan 1,95

Kambing Jawarandu. Kambing Jawarandu merupakan kambing hasil persilangan antara kambing Etawa dengan kambing Kacang. Kambing ini memliki ciri separuh mirip kambing Etawa dan separuh lagi mirip kambing Kacang. Kambing ini dapat menghasilkan susu sebanyak 1,5 liter per hari.

Kambing Saanen. Kambing Saenen berasal dari Saenen, Swiss. Baik kambing jantan maupun betinanya memiliki tanduk panjang. Warna rambutnya putih atau krem pucat. Hidung, telinga dan kambingnya berwarna putih susu. Dahinya lebar, sedangkan telinganya berukuran sedang dan tegak. Kambing ini merupakan jenis kambing penghasil susu.

Kambing Saburai. Kambing saburai adalah kambing persilangan antara kambing peranakan etawa dengan kambing boer. kambing ini banyak ditemui di Kabupaten Tanggamus – Lampung. di daerah lain, kambing ini juga dinamai dengan nama kambing boerawa.

Hasil Peternakan

Daging

Rasa daging kambing dan anak kambing sama dengan daging domba; Walau bagaimanapun, ada yang menyamakan rasa daging kambing dengan daging anak sapi atau rusa, tergantung umur dan kesehatan kambingnya. Rasanya dikaitkan terutama dengan kehadiran asam 4-metiloktanoik dan 4-metilnonanoik.

Daging kambing dapat disajikan dengan berbagai cara, termasuk direbus, dibakar, digril, dibarbeque, dikalengi, dan digoreng. Daging kambing dapat dikisar, dimasak menjadi kari, atau dibuat menjadi sosis.

Karena kandungan lemak yang rendah, daging kambing dapat mengeras pada suhu tinggi jika dimasak tanpa kelembapan tambahan. Di antara jenis kambing pedaging terlaris adalah Boer dari Afrika Selatan. Kambing Kiko dari New Zealand juga adalah kambing pedaging, begitu pula jenis “kambing pengsan” yang berasal dari Tennessee, Amerika Serikat.

Susu

Kambing menyumbang kira-kira 2% cadangan susu tahunan di dunia. Sebagian kambing diternak khusus untuk susunya. Jika kambing jantan yang berbau kuat tidak dipisahkan dari kambing betina, maka baunya akan mempengaruhi kualitas susu.

Susu kambing mempunyai lemak-lemak yang kecil dan teremulsi dengan baik, yaitu krimnya kekal terampai dalam susu daripada muncul ke atas sebagai mana susu sapi mentah. Oleh sebab itu, susu kambing tidak perlu dihomogenkan. Apabila susu itu digunakan untuk membuat keju, maka penghomogenan itu tidak diperlukan karena hal itu mampu mengubah struktur susu hingga mengurangi kemampuannya untuk menggumpalkan susu dan akhirnya hasil dan kualitas keju.

Kambing penyusu di puncak umurnya (biasanya sekitar kisaran laktasi ketiga atau keempat) menghasilkan rata-rata sebanyak 6–8 pound (2.7–3.6 kg) susu sehari sepanjang laktasi 10 bulan; paling lebih beberapa lama setelah masa penyegaran dan berangsur-angsur kurang lebih menjelang habis masa laktasi. Susu kambing biasanya mengandungi rata-rata 3.5% lemak mentega.

Susu kambing umumnya diproses menjadi keju, mentega, es krim, yogurt, dan sebagainya. Keju susu kambing dinamakan chèvre di Prancis yakni nama kambing dalam bahasa Prancis. Jenis keju-kejunya antara lain Rocamadour dan Montrachet.Mentega susu kambing berwarna putih karena kambing menghasilkan susu dengan beta-karoten kuningnya diubah menjadi suatu bentuk vitamin A yang berwarna transparan.