Pisang

Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna berukuran besar dengan daun memanjang dan besar yang tumbuh langsung dari bagian tangkai. Batang pisang bersifat lunak karena terbentuk dari lapisan pelepah yang lunak dan panjang. Batang yang agak keras berada di bagian permukaan tanah. Pisang memiliki daun bertangkai yang berpencar dengan bagian batang yang meruncing. Ukuran daun pada tiap spesies pisang juga berbeda-beda. Tangkai pisang menghasilkan bunga dalam jumlah yang banyak. Bagian bunga pada pisang akan membentuk buah yang disebut sisir. Buah pisang berkelompok dalam satu bunga majemuk dengan ukuran yang makin ke bawah makin mengecil.
Pisang termasuk dalam genus Musa dan famili Musaceae, dengan beragam spesiesnya. Spesies pisang yang paling banyak dibudidayakan di dunia adalah pisang hutan. Jenis pisang hutan dapat tumbuh di hutan, bukit maupun di dataran rendah. Pisang dapat dipanen kapan saja, karena pertumbuhannya yang sesuai dengan segala jenis musim. Buah pisang dapat langsung dimakan atau dimasak terlebih dahulu. Nutrisi di dalam pisang bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia dan dapat pula dibuat sebagai obat tradisional.

Pisang awalnya merupakan tanaman lokal di kawasan Asia Tenggara yang sebagian besar berpusat di wilayah Indonesia. Kemudian menyebar ke seluruh wilayah dunia. Dari arah barat, pisang menyebar mulai dari Samudra Atlantik menuju ke Pulau Madagaskar lalu ke Benua Afrika dan menuju ke Amerika Latin dan Amerika Tengah. Sementara itu, pisang yang menyebar dari arah timur melalui Samudra Pasifik menuju ke Hawaii.

Di berbagai daerah dan mancanegara, pisang memiliki nama-nama khas tersendiri, beberapa diantaranya: gadang atau gedhang (Jawa), geddheng (Madura) biyu (Bali), puntiq (Sasak), cau atau cawu (Sunda), punti (Lampung), unti (Makassar), koyo (Ternate), kula (Banda), uri (Ambon), tema (Seram), ounche (Madagaskar) dan loka (Banggai)

Taksonomi
Nama spesies dari pisang adalah Musa sp. yang berasal dari genus Musa. Pisang termasuk dalam famili Musaceae dalam kelas tumbuhan berkeping biji tunggal. Sementara itu, pisang masuk dalam subdivisi tumbuhan berbunga dan divisi tumbuhan berbiji. Spesies pisang masih berkerabat dengan Orchidaceae.

Pisang dapat tumbuh subur di wilayah dengan musim kemarau yang berlangsung hingga 4,5 bulan. Curah hujan yang diperlukan oleh pisang untuk tumbuh dengan subur adalah 650 hingga 5.000 mililiter per tahun. Sementara itu, suhu lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan pisang berkisar antara 21oC hingga 29,5 oC.

Keragaman
Pusat keragaman utama pisang terletak di daerah Malesia (Asia Tenggara, Papua, dan Australia tropika). Pusat keragaman minor juga terdapat di Afrika tropis. Tumbuhan ini menyukai iklim tropis dan lembap, terutama di dataran rendah. Di daerah dengan hujan merata sepanjang tahun, produksi pisang dapat berlangsung tanpa mengenal musim. Indonesia, Kepulauan Pasifik, negara-negara Amerika Tengah, dan Brasil dikenal sebagai negara utama pengekspor pisang. Pada tahun 2018, India menjadi negara dengan konsumsi pisang paling tinggi, di atas Tiongkok dan Indonesia.

Pisang yang dibudidayakan pada masa sekarang dianggap merupakan keturunan dari Musa acuminata yang diploid dan tumbuh liar. Genom yang disumbangkan diberi simbol A. Persilangan alami dengan Musa balbisiana memasukkan genom baru, disebut B, dan menyebabkan bervariasinya jenis-jenis pisang. Pengaruh genom B terutama terlihat pada kandungan tepung pada buah yang lebih tinggi. Secara umum, genom A menyumbang karakter ke arah buah meja, sementara genom B ke arah buah pisang olah atau pisang masak.
Pengelompokan
Pisang dapat dikelompokkan berdasarkan kode berikut:
  • Kelompok AA (diploid): pisang seribu, pisang lilin, pisang mas (Musa acuminata).
  • Kelompok AAA (triploid, partenokarp): pisang susu, bananito, jenis-jenis pisang ambon (Musa acuminata) /embun (seperti ‘Ambon Putih’, ‘Ambon Hijau’, ‘Gros Michel’ dan ‘Cavendish’), pisang barangan (Musa acuminata).
  • Kelompok AAB (triploid, partenokarp): jenis-jenis pisang raja, pisang rajabulu (Musa paradisiaca), true plantain seperti kultivar ‘Silk’ dari Amerika Selatan, pisang tanduk.
  • Kelompok ABB (triploid, partenokarp): pisang kepok, pisang siam.
  • Kelompok AAAB (tetraploid, partenokarp):
  • Kelompok BB (diploid):
  • Kelompok BBB:
  • Kelompok AABB:

Morfologi Buah Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, hijau, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium.

Pisang

Budidaya

Pemilihan Bibit
Bibit merupakan faktor penting dalam budidaya pisang. Ada tiga jenis asal bibit yang umum digunakan, yaitu; anakan, bonggol, dan kultur jaringan.

Anakan, adalah tunas yang tumbuh di samping tanaman pisang yang sudah matang dan sehat. Tunas ini dipisahkan dari tanaman induk untuk digunakan sebagai bibit. Bonggol, yaitu bagian pangkal tanaman pisang yang telah dipanen, dengan cara dibersihkan dan dipotong sesuai ukuran yang diperlukan (sekitar 10x10x10 cm) sebelum ditanam. Kultur Jaringan adalah metode pembiakan tanaman di laboratorium yang menghasilkan bibit bebas penyakit dan seragam dalam ukuran, memudahkan pengaturan waktu panen.

Persiapan Lahan
Lahan yang baik untuk budidaya pisang harus memenuhi beberapa syarat, terutama Iklim dan Tanah tempat tumbuh tanaman. Pisang tumbuh baik di daerah tropis dengan curah hujan antara 1.500 mm hingga 3.000 mm per tahun. Tanah yang ideal adalah tanah gembur, kaya humus, dan memiliki pH netral. Pastikan lahan bebas dari penyakit seperti Fusarium dan Pseudomonas.

Langkah-langkah persiapan lahan, adalah sebagai berikut : Bersihkan lahan dari gulma dan cangkul tanah hingga kedalaman 30-40 cm.; Buat bedengan memanjang sesuai kontur lahan dengan jarak tanam yang disesuaikan dengan varietas pisang yang akan ditanam (misalnya, 3×3 meter untuk pisang barangan).

Penanaman
Setelah lahan dan bibit siap, lakukan penanaman dengan langkah-langkah berikut: Buat lubang tanam dengan ukuran 30x30x40 cm.; Masukkan bibit ke dalam lubang tanam dan tutup kembali dengan tanah, pastikan posisi bibit tegak. Waktu terbaik untuk menanam adalah saat musim hujan, sekitar bulan September atau Oktober, agar tanaman mendapatkan pasokan air yang cukup.

Perawatan Tanaman
Perawatan yang baik sangat penting untuk keberhasilan budidaya pisang, yang intinya adalah; Pemupukan, Pengairan, dan Penyiangan. Lakukan pemupukan susulan setelah tanaman berusia 6 bulan untuk menjaga ketersediaan unsur hara. Pastikan tanaman mendapatkan cukup air, terutama saat musim kemarau. Bersihkan area lahan dari gulma dan lakukan pemangkasan daun yang mengering untuk mendukung pertumbuhan optimal.

Hama dan Penyakit
Perbanyakan secara vegetatif membuat pisang amat mudah terkena serangan hama, karena sempitnya keragaman genetik. Suatu perkebunan yang terkena penyakit tumbuhan dapat menularkan dengan singkat ke perkebunan tetangganya. Spesies kumbang bernama Cosmopolites sordidus merupakan hama penyebab bercak hitam pada buah pisang.

Beberapa penyakit yang sering menyerang tanaman pisang, diantaranya adalah: Wabah panama, pohon layu tiba-tiba dan mati sebelum menghasilkan buah, yang disebabkan Spesies jamur Fusarium oxysporum; Penyakit Sigatoka kuning disebabkan oleh patogen Mycosphaerella musicola, dan Sigatoka hitam disebabkan oleh Mycosphaerella; Pembusukan cerutu, dengan gejala awal pembusukan pada bunga pisang yang kemudian meluas hingga ke ujung buah, oleh spesies jamur Stachylidium theobromae; dan Penyakit darah, dengan Gejala berupa layunya daun hingga mengering, umumnya menyerang tumbuhan yang masih berusia muda, yang disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum.