Nanas
Nanas (Ananas comosus), adalah tumbuhan tropis dengan buah yang dapat dimakan dan tumbuhan yang paling penting secara ekonomi dalam famili Bromeliaceae. Nanas merupakan buah tropis terpenting ketiga dalam produksi dunia. Dari bahasa Belanda ananas, dari bahasa Spanyol dan bahasa Portugis ananás, dari bahasa Guarani naná, yang bermakna “buah yang harum”
Di Indonesia, nanas banyak dibudidayakan di Sumatra Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung, tapi juga tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. Nanas tumbuh sebagai semak kecil. Bunga individu dari tanaman yang tidak diserbuki menyatu untuk membentuk buah yang banyak.
Tanaman biasanya diperbanyak dari mahkota yang berada di bagian atas buah, atau dari tunas samping, dan biasanya berbuah lebih cepat dibandingkan dengan yang dari mahkota. Buah Nanas berbentuk oval dengan kulit dan mahkota yang tajam dan juga berduri, dengan tekstur daging buah yang berair dan berwarna kuning. Rasa dari buah ini cenderung asam dan manis.
Buah nanas memiliki enzim bromlain yang dapat meredakan peradangan. Manfaat lainnya ialah membantu mencegah kanker, mengurangi gejala arthritis, dan membantu menurunkan berat badan.
Manfaat
Buah nanas (Ananas comosus) tidak hanya memiliki rasa yang manis dan menyegarkan, tetapi juga kaya akan nutrisi yang memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan. Berikut beberapa manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari mengonsumsi nanas:
- Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh: Kandungan vitamin C yang tinggi dalam nanas dapat membantu memperkuat sistem imun, melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit seperti influenza.
- Memperbaiki Pencernaan: Nanas mengandung enzim bromelain yang membantu memecah protein dalam makanan, sehingga meningkatkan proses pencernaan dan mencegah sembelit.
- Mengurangi Peradangan: Bromelain dalam nanas memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi pembengkakan dan mempercepat penyembuhan luka.
- Menjaga Kesehatan Tulang: Kandungan mineral seperti mangan dalam nanas berperan penting dalam menjaga kekuatan dan kesehatan tulang.
- Mencegah Penyakit Mata: Kandungan beta-karoten dalam nanas dapat membantu menjaga kesehatan mata dan mencegah penyakit mata terkait usia.
Jenis atau Varietas
Berdasarkan morfologi tanaman, terutama karakter
daun dan buah, nanas dikenal memiliki 4 tipe yaitu :
Cayenne, Queen, Spanish, dan Abacaxi. Di Indonesia,
varietas nanas yang umum ditanam adalah tipe
Cayenne dan Queen.
Cayenne merupakan jenis nanas yang banyak
diminati pasar global, baik untuk konsumsi segar
maupun olahan, terutama untuk dikalengkan.
Nanas
tipe Cayenne memiliki karakter daun tidak berduri
(kecuali dekat ujung); mata lebar dan datar; daging
buah bila masak berwarna kuning muda; kandungan
serat daging buah rendah; rasa manis dan asam; hati berukuran medium; dan mengandung banyak air
(sesuai untuk dibuat konsentrat atau juice).
Nanas tipe Queen memiliki karakter daun dan
mahkota berduri; anakan banyak, mata buah
menonjol; daging buah bila masak berwarna kuning
terang merata, kering, rasa manis; dan hati berukuran
kecil dibanding Cayenne. Queen umumnya
dikonsumsi segar.
Sampai tahun 2019, varietas nanas yang telah
didaftarkan ataupun dilepas Kementerian Pertanian
sebanyak 18 varietas.
Sentra Pengembangan
Sentra produksi nanas di Indonesia memiliki wilayah
penyebaran yang cukup luas. Sentra produksi utama
nanas Indonesia adalah di Lampung, Jawa Barat,
Sumatera Utara, Jawa Timur, Sumatera Selatan dan
NTB.
Nanas
tipe Cayenne memiliki karakter daun tidak berduri
(kecuali dekat ujung); mata lebar dan datar; daging
buah bila masak berwarna kuning muda; kandungan
serat daging buah rendah; rasa manis dan asam; hati berukuran medium; dan mengandung banyak air
(sesuai untuk dibuat konsentrat atau juice).
Nanas tipe Queen memiliki karakter daun dan
mahkota berduri; anakan banyak, mata buah
menonjol; daging buah bila masak berwarna kuning
terang merata, kering, rasa manis; dan hati berukuran
kecil dibanding Cayenne. Queen umumnya
dikonsumsi segar.
Sampai tahun 2019, varietas nanas yang telah
didaftarkan ataupun dilepas Kementerian Pertanian
sebanyak 18 varietas.
Sentra Pengembangan
Sentra produksi nanas di Indonesia memiliki wilayah
penyebaran yang cukup luas. Sentra produksi utama
nanas Indonesia adalah di Lampung, Jawa Barat,
Sumatera Utara, Jawa Timur, Sumatera Selatan dan
NTB. Nanas
Budidaya
Persyaratan Tumbuh
Paparan cahaya matahari rendah, mengakibatkan
pertumbuhan terhambat, buah kecil, kadar asam
tinggi, dan kadar gula buah rendah. Sedangkan
paparan cahaya matahari berlebih menyebabkan
kulit buah terbakar.
Ketersediaan air rendah, tertutama pada fase
perkembangan buah menyebabkan ukuran buah
lebih kecil
Pembersihan Lahan
Kegiatan pembersihan lahan bertujuan untuk
membersihkan lahan dari gulma dan bahan-bahan
yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman,
serta tumbuhan yang menjadi inang bagi hama dan
penyakit tanaman nanas, agar tercipta lingkungan
tumbuh yang optimal.
Lahan dibersihkan dari batu-batu yang besar, rumput,
gulma, semak, atau tunggul batang dan sebagainya
agar tidak mengganggu sistem perakaran tanaman
atau menghambat penyerapan unsur hara. Lahan
juga dibersihkan dari kotoran-kotoran, daun-daun,
ranting bekas pangkasan dan buah-buah yang
busuk/rontok maupun sampah yang dapat menjadi
sumber penularan hama dan penyakit.
Pengolahan Tanah
Bertujuan memperbaiki struktur dan aerasi tanah
agar tanaman nanas tumbuh dan berproduksi
optimum. Pengolahan tanah dilakukan dengan cara
membalikkan tanah sedalam minimum 20 cm, bila
diperlukan dilakukan penggemburan tanah baik
secara manual maupun mekanis.
Pada lahan-lahan yang kekurangan bahan organik,
sebaiknya dtambahkan bahan organik dengan dosis
berkisar 5-10 ton/Ha, diaduk rata dengan tanah yang
sudah dibalik.
Pada penanaman dengan menggunakan mulsa
dibuat bedengan dengan lebar sesuai ukuran mulsa.
Untuk mempermudah proses penanaman dibuat
larikan dengan jarak antar larikan sesuai dengan
lebar jarak antar baris tanaman.
Pada lahan gambut, drainase harus menjadi
perhatian utama. Air yang menggenang di sekitar
tanaman akan menyebabkan kematian tanaman,
baik karena kerusakan fisiologis tanaman maupun
karena serangan penyakit.
- Ketinggian Tempat : Tanaman nanas dapat berproduksi pada rentang ketinggian tempat 50 – 1.000 meter di atas permukaan laut (dpl).
- Jenis Tanah : Nanas dapat tumbuh pada kisaran tanah yang luas, dengan kesesuaian tinggi pada tanah lempung berpasir sampai liat berpasir, banyak mengandung bahan organik, drainase baik, dengan pH optimal 4,5 6,5.
- Iklim : Temperatur optimum berkisar 21-270C, dengan suhu minimum 160C. Tanaman nanas membutuhkan curah hujan sekitar 1.500-3.000 mm per tahun dan kelembaban udara 70-80%. Faktor iklim yang menentukan pertumbuhan dan kualitas buah nanas adalah cahaya matahari dan ketersediaan air.
Paparan cahaya matahari rendah, mengakibatkan
pertumbuhan terhambat, buah kecil, kadar asam
tinggi, dan kadar gula buah rendah. Sedangkan
paparan cahaya matahari berlebih menyebabkan
kulit buah terbakar.
Ketersediaan air rendah, tertutama pada fase
perkembangan buah menyebabkan ukuran buah
lebih kecil
Pembersihan Lahan
Kegiatan pembersihan lahan bertujuan untuk
membersihkan lahan dari gulma dan bahan-bahan
yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman,
serta tumbuhan yang menjadi inang bagi hama dan
penyakit tanaman nanas, agar tercipta lingkungan
tumbuh yang optimal.
Lahan dibersihkan dari batu-batu yang besar, rumput,
gulma, semak, atau tunggul batang dan sebagainya
agar tidak mengganggu sistem perakaran tanaman
atau menghambat penyerapan unsur hara. Lahan
juga dibersihkan dari kotoran-kotoran, daun-daun,
ranting bekas pangkasan dan buah-buah yang
busuk/rontok maupun sampah yang dapat menjadi
sumber penularan hama dan penyakit.
Pengolahan Tanah
Bertujuan memperbaiki struktur dan aerasi tanah
agar tanaman nanas tumbuh dan berproduksi
optimum. Pengolahan tanah dilakukan dengan cara
membalikkan tanah sedalam minimum 20 cm, bila
diperlukan dilakukan penggemburan tanah baik
secara manual maupun mekanis.
Pada lahan-lahan yang kekurangan bahan organik,
sebaiknya dtambahkan bahan organik dengan dosis
berkisar 5-10 ton/Ha, diaduk rata dengan tanah yang
sudah dibalik.
Pada penanaman dengan menggunakan mulsa
dibuat bedengan dengan lebar sesuai ukuran mulsa.
Untuk mempermudah proses penanaman dibuat
larikan dengan jarak antar larikan sesuai dengan
lebar jarak antar baris tanaman.
Pada lahan gambut, drainase harus menjadi
perhatian utama. Air yang menggenang di sekitar
tanaman akan menyebabkan kematian tanaman,
baik karena kerusakan fisiologis tanaman maupun
karena serangan penyakit.
Pengaturan Jarak Tanam
Pengaturan jarak tanam penting untuk
mengoptimalkan populasi tanaman dalam satu lahan,
mengoptimalkan pemanfaatan sinar matahari dan
hara, memudahkan pemupukan dan pemeliharaan
serta memudahkan penggunaan alat dan mesin agrikultura.
Pola tanam nanas dapat menggunakan pola tanam
1 alur atau pola tanam ganda/2 alur.
Jarak tanam bila menggunakan pola tanam 1
alur adalah jarak dalam baris : 20 cm – 30 cm, dan
jarak antar baris : 60 cm – 100 cm. Sedangkan bila
menggunakan pola tanam ganda (2 alur) : jarak dalam
baris 25 cm – 30 cm dan jarak antar baris terdekat 40 –
50 cm dan jarak antar baris terjauh 80 – 100 cm.
Penyiapan Benih
Penyiapan benih merupakan tahapan penyediaan
benih bermutu (bersertifikat) dari varietas unggul
yang mampu berproduksi dengan maksimal dan
sesuai dengan permintaan pasar. Prosedur persiapan dan pemilihan benih sumber
dilakukan sebagai berikut :
Penyiapan Benih
Penyiapan benih merupakan tahapan penyediaan
benih bermutu (bersertifikat) dari varietas unggul
yang mampu berproduksi dengan maksimal dan
sesuai dengan permintaan pasar. Prosedur persiapan dan pemilihan benih sumber
dilakukan sebagai berikut :
- Pilih pohon induk populasi sesuai dengan deskripsi varietas dengan ciri sebagai berikut : Pertumbuhan normal dan sehat; Tidak ada daun menguning /coklat yang merupakan gejala layu mealybug; Tidak ada ujung daun yang lemas; Buah bermahkota tunggal; Untuk tipe smooth cayenne daunnya tidak berduri; dan Bentuk buah normal sesuai varietasnya dengan mata buah seragam (mata buah tidak menonjol atau bengkak).
- Tandai dan tetapkan tanaman yang akan dijadikan pohon induk populasi serta minta petugas BPSBTPH untuk mendeterminasi dan menetapkannya sebagai pohon induk populasi.
- Lakukan pelabelan pada beberapa populasi pohon induk yang dijadikan sumber benih.
- Catat setiap kegiatan Persiapan dan Pemilihan Benih Sumber yang telah dilakukan.













Penanaman
Penanaman merupakan kegiatan menempatkan
benih pada lahan yang sudah disiapkan.
Prosedur pelaksanaan kegiatan penanaman adalah
sebagai berikut :
Penyiangan/Sanitasi Lahan
Penyiangan merupakan kegiatan menjaga kebersihan
lahan tanam dari gulma, dan sampah.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk menjamin proses
produksi berlangsung secara maksimal dengan
menekan resiko serangan Organisme Pengganggu
Tanaman (OPT) serta mengurangi persaingan antar
tanaman dalam mendapatkan tempat tumbuh, sinar
matahari dan unsur hara, dengan prosedur pelaksanaan sebagai berikut:
- Untuk mencegah infeksi penyakit tular benih, sebaiknya sebelum penanaman benih direndam dalam larutan PGPR (Plant Growth Promoting Rhyzobacteria) selama 15 – 30 menit, dengan konsentrasi 20 cc/liter air pada bagian pangkal batang sekitar 5 cm – 10 cm ; atau dicelupkan pada pestisida (insektisida) selama ± 5 menit untuk mengendalikan hama kutu putih Desmicoccus brevives. Jika sudah dicelupkan pada PGPR tidak boleh dicelupkan pada pestisida (insektisida).
- Benih yang ditanam dalam satu blok harus seragam asal benih maupun ukurannya.
- Buat lubang tanam dengan penugalan sesuai dengan jarak tanam yang dianjurkan atau dengan pembuatan larikan.
- Benih ditanam sedalam 5 cm – 10 cm tergantung ukuran kelas benih (kurang lebih 1/4 panjang bagian benih).
- Benih yang telah disiapkan ditanam masing masing satu benih per lubang/posisi jarak tanam.
- Tanah ditekan/dipadatkan di sekitar pangkal batang nenas agar tanaman tidak mudah roboh.
- Pada penanaman di musim kemarau, dianjurkan dilakukan penyiraman hingga tanah lembab dan basah.
- Lakukan penyulaman maksimal 1 bulan setelah tanam dengan jenis dan asal benih yang sama.
- Penanaman ulang atau peremajaan tanaman dilakukan setelah produksi menurun hingga 65% dibandingkan hasil panen panen pertama, maksimal setelah 3 kali panen
Penyiangan/Sanitasi Lahan
Penyiangan merupakan kegiatan menjaga kebersihan
lahan tanam dari gulma, dan sampah.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk menjamin proses
produksi berlangsung secara maksimal dengan
menekan resiko serangan Organisme Pengganggu
Tanaman (OPT) serta mengurangi persaingan antar
tanaman dalam mendapatkan tempat tumbuh, sinar
matahari dan unsur hara, dengan prosedur pelaksanaan sebagai berikut:
- Membersihkan gulma dan sampah yang ada disekitar tanaman sampai menjelang panen (sesuai kebutuhan).
- Untuk meningkatkan ukuran buah, pada nenas tipe Queen dapat dilakukan penjarangan tunas anakan.
Pemupukan
Pemupukan merupakan penyediaan hara bagi
tanaman untuk menjamin pertumbuhan optimum
dan perkembangan buah secara maksimum,
sehingga dapat memenuhi standar mutu yang
diminta pasar. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan
disesuaikan dengan kondisi lahan, jarak tanam dan
varietas yang ditanam.
Sebagai acuan pemupukan dapat dilakukan 3 kali
dengan dosis sebagai berikut:
Prosedur pelaksanaan panen adalah sebagai berikut :
- Pemupukan dasar pupuk organik 5 – 10 ton/ha, diberikan seminggu sebelum tanam atau pada saat tanam.
- Pemupukan pertama diberikan pada saat akar tanaman sudah mulai terlihat atau sekitar 3 bulan setelah tanam. Aplikasi pemupukan dilakukan dengan cara ditaburkan pada pangkal batang dengan dosis :- Urea = 300-400 kg/ha.- NPK (15:15:15) = 100-200 kg/ha.
- Pemupukan kedua diberikan 1 bulan sebelum induksi pembungaan dengan cara ditaburkan pada pangkal batang dengan dosis : – Urea : 300 kg/ha.- NPK (15:15:15) : 150 – 200 kg/ha.
- Pemupukan ketiga diberikan setelah keluar bunga dengan cara ditaburkan pada pangkal batang dengan dosis :- NPK (15:15:15) : 50 – 150 kg/ha.
Prosedur pelaksanaan panen adalah sebagai berikut :
- Panen dilakukan setelah buah mencapai tingkat kematangan (kuning 3 mata dari bawah) atau sesuai dengan permintaan pasar.
- Pemanenan nanas sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, hal ini dilakukan untuk mengurangi panas lapang.
- Potong tangkai 2-3 cm dari dasar buah.
- Masukkan buah ke dalam keranjang panen.
- Kumpulkan hasil panen ditempat yang tidak terkena matahari langsung dan diberi alas.
- Segera mengirim hasil panen ke tempat pengumpulan atau packing house.
- Mencatat kegiatan yang dilakukan pada saat panen.
